Kenapa Kantong Plastik Berbayar? Ini Sederet Fakta Kejam Kantong Plastik
0
Jurnalaktual.com - Jakarta, Surat Edaran
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016
menetapkan bahwa permintaan kantong plastik saat berbelanja akan dikenakan
biaya. Mulai Minggu (21/2) Minimarket di Ibu Kota sudah mulai memberikan tarif
sebesar Rp 200 untuk kantong plastik.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
menjelaskan keputusan tersebut diambil lantaran dari 7000 ton sampah yang diproduksi
setiap hari oleh warga Jakarta, mayoritas merupakan kantong plastik. Sementara
kantong plastik membutuhkan waktu 500 tahun untuk terurai.
Mengingat kantong plastik bukan merupakan barang
yang ramah lingkungan, berikut Bintang.com uraikan 4 faka polusi kantong
plastik. Yuk, disimak!
plastik. Yuk, disimak!
Sampah di laut. Bukan cuma di
Indonesia, kantong plastik juga sudah menjadi polusi dunia. Dimulai dari lautan
dalam di Mediterania hingga pantau Laut Merah di Yaman, sampah paling banyak
ditemukan ialah plastik. Kejamnya, sampah lautan membunuh lebih dari 10.000
penyu laut dan mamalia setiap tahun.
Sampah daratan.Tak hanya di laut,
daratan pun menjadi kotor karena plastik. Tidak terurai, mereka pun mengisi
permanen ruang di darat. Mereka bisa terbawa angin dan tersangkut di berbagai
tempat.
Imbas di lingkungan. 100 juta
kantong plastik yang digunakan di Negeri Paman Sam membutuhkan 12 juta barel
minyak bumi untuk diproduksi. Sementara 25% kantong plastik diproduksi di Asia.
Hal tersebut berarti semakin banyak bahan bakar alam yang dibutuhkan untuk
transportasi kantong plastik ke berbagai negara.
Solusi. Worldwatch Internasional
mengatakan bahwa Irlandia memberikan pajak pada kantong plastik pada tahun 2002. Hasil dari
peraturan tersebut, penggunaan kantong plastik mengalami penurunan sebanyak
95%. Tas kanvas atau katun pun bisa digunakan sebagai pengganti plastik ketika
berbelanja.
PostJurnalAktual.com
JurnalAktual.com adalah portal media independent, dan wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi di dunia maya.
