Masih Ingat Warkop DKI? Inilah 5 Fakta Menarik Warkop DKI, Grup Lawak Yang Melegenda
0
Jurnalaktual.com
- Jika ada pertanyaan tentang grup lawak paling terkenal di Indonesia,
mungkin jawaban setiap orang pasti berbeda-beda. Tetapi jika ditanya siapa grup
lawak paling melegenda, pasti semua orang akan sepakat bahwa Warkop DKI yang
menjadi urutan teratas selain tentunya Srimulat.
Ya, grup lawak beranggotakan Dono, Kasino, dan Indro ini memang sukses besar
dalam dunia perlawakan Indonesia. Bahkan mungkin hanya Srimulat sajalah yang
bisa menyaingi Warkop. Sepanjang sejarahnya, Warkop DKI telah membuat 34 film
yang dimulai tahun 1979 sampai yang terakhir 1994 silam. Selama itu pula
terdapat beberapa fakta menarik yang mungkin tak banyak orang mengetahuinya.
1. Sebenarnya personil
Warkop berjumlah 5 orang
Warkop DKI sering disebut dengan trio Dono, Kasino,
dan Indro. Padahal pada awal terbentuknya, grup lawak ini berjumlah 5 orang.
Lalu siapa dua orang lainnya? Mereka adalah Nanu Mulyono dan Rudy Badil.
Sayangnya keduanya tak ikut berpartisipasi dalam film-film Warkop DKI. Rudy yang semula sering ngelawak bersama personil Warkop lainnya, tiba-tiba demam panggung yang membuatnya tak pernah lagi bersama trio DKI ini hingga sekarang. Sementara Nanu sudah meninggal pada tahun 1983 silam karena penyakit liver.
Sayangnya keduanya tak ikut berpartisipasi dalam film-film Warkop DKI. Rudy yang semula sering ngelawak bersama personil Warkop lainnya, tiba-tiba demam panggung yang membuatnya tak pernah lagi bersama trio DKI ini hingga sekarang. Sementara Nanu sudah meninggal pada tahun 1983 silam karena penyakit liver.
2. Nama awal sebelum
menggunakan Warkop DKI
Cerita kesuksesan Warkop DKI berawal dari acara
Obrolan Santai di Warung Kopi yang sering disiarkan radio Prambors. Acara ini
dimulai pukul 20.30 WIB dan disiarkan setiap hari Jumat. Melejitnya acara lawak
tersebut membuat nama Dono, Kasino, Indro, dan Rudy ikut terkenal.
Sejak saat itulah setiap kali grup lawak ini pentas, mereka berempat menggunakan nama Warkop Prambors. Seiring berjalannya waktu grup lawak ini akhirnya mengganti namanya menjadi Warkop DKI (plesetan dari Daerah Khusus Ibukota) karena jika menggunakan nama Prambors, mereka harus membagi royalti kepada radio tersebut sebagai pemilik nama ‘Prambors’.
Sejak saat itulah setiap kali grup lawak ini pentas, mereka berempat menggunakan nama Warkop Prambors. Seiring berjalannya waktu grup lawak ini akhirnya mengganti namanya menjadi Warkop DKI (plesetan dari Daerah Khusus Ibukota) karena jika menggunakan nama Prambors, mereka harus membagi royalti kepada radio tersebut sebagai pemilik nama ‘Prambors’.
3. Dono, Kasino, Nanu,
dan Rudy pernah bersekolah di tempat yang sama
Mungkin tak ada yang menyadari bahwa Dono, Kasino,
Nanu, dan Rudy pernah kuliah di tempat yang sama. Ya, mereka berempat sama-sama
menuntut ilmu di Universitas Indonesia. Sementara itu Indro kuliah di
Universitas Pancasila.
4. Pasca Kasino
meninggal, Warkop DKI berubah nama (lagi)
Memudarnya kejayaan trio Warkop DKI sebenarnya sudah
bisa dirasakan sejak dirilisnya film terakhir mereka yang berjudul “Pencet Sana
Pencet Sini” di tahun 1994 silam. Tiga tahun kemudian, Kasino harus tutup usia
karena tumor otak.
Sejak saat itu personil Warkop menyisakan Dono dan Indro saja. Kemudian pada tahun 1999, Indro mengubah nama grupnya menjadi Warkop Millenium karena kata ‘DKI’ merupakan kepanjangan dari Dono, Kasino, Indro.
Berbeda dengan Warkop DKI yang membuat film layar lebar, Warkop Millenium hanya membuat sitkom yang dulu sempat ditayangkan Indosiar mulai tahun 1999 sampai 2001. Dono kemudian meninggal di tahun 2001, tetapi Warkop Millenium tetap berjalan meski hanya Indro sendirian.
Sejak saat itu personil Warkop menyisakan Dono dan Indro saja. Kemudian pada tahun 1999, Indro mengubah nama grupnya menjadi Warkop Millenium karena kata ‘DKI’ merupakan kepanjangan dari Dono, Kasino, Indro.
Berbeda dengan Warkop DKI yang membuat film layar lebar, Warkop Millenium hanya membuat sitkom yang dulu sempat ditayangkan Indosiar mulai tahun 1999 sampai 2001. Dono kemudian meninggal di tahun 2001, tetapi Warkop Millenium tetap berjalan meski hanya Indro sendirian.
5. Jumlah film Warkop
DKI
Sepanjang perjalanannya, Warkop DKI telah
menghasilkan 34 film dalam rentang waktu antara tahun 1979 sampai 1994. Itu
artinya rata-rata Dono cs membuat 2 film setiap tahunnya. Dan ciri khas dari
film Warkop DKI adalah selalu menampilkan wanita cantik dan seksi di era saat
itu. Selain itu, judul filmnya bisa di bilang cukup unik, seperti Setan Kredit,
Saya Suka Kamu Punya, Jodoh Bisa Diatur, Gantian Dong, Depan Bisa Belakang
Bisa, Bisa Naik Bisa Turun, dan masih banyak lagi.
Jadi, itulah tadi beberap fakta menarik dari grup lawak legendaris ini. Semoga ke depannya akan ada grup lawak yang kelak bisa menyamai prestasi trio Warkop DKI sebagai legenda lawak Indonesia. TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG…
Jadi, itulah tadi beberap fakta menarik dari grup lawak legendaris ini. Semoga ke depannya akan ada grup lawak yang kelak bisa menyamai prestasi trio Warkop DKI sebagai legenda lawak Indonesia. TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG…
Editor: Muhammad Hasrul
PostJurnalAktual.com
JurnalAktual.com adalah portal media independent, dan wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi di dunia maya.
